Laskar Pelangi…

October 5th, 2008 by agung-adisusanto

mungkin adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

ganti paradigma…

September 22nd, 2008 by agung-adisusanto

Wah tak terasa sudah masuk hari-hari akhir Ramadhan lagi…. Ya sepuluh malam terakhir. Tentunya sepuluh malam terakhir ini sangat populer di generasi sahabat dan generasi shalafus shalih dengan keutamaannya. Mereka saling berlomba menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan tersebut…

Fuih… Dan apa yang terjadi saat ini? Sepertinya paradigma malam ke-23… malam ke-25… malam ke-27… telah berubah menjadi paradigma H-7… H-5… H-3…

Bagaimana dengan kita? lebih memilih paradigma malam ke-27 atau paradigma H-3? :(

Never Walk Alone….

July 25th, 2008 by agung-adisusanto

"Gung, lo mo k bdg kpn neh?" :)
Yups, itulah sms terakhir di inbok, Sms dari seorang teman dekatku…Yayan…
Wuih betapa senengnya ketika dapet sms ini, bukan hanya karena merasa jadi orang yang diharepin keberadaannya… tapi karena sms ini sudah cukup membuktikan bahwa dia sudah cukup sembuh dan kembali beraktifitas setelah sakit yang cukup lama..
Thx God, yang telah memberikan kesehatan buat dia….
And Thx juga ketika aku begitu banyak dikaruniai teman dekat…..sahabat…. dari mulai SD…SMP…SMA….Kuliah….Kerja… dimanapun…. yang selalu memberikan arti dari setiap langkah ini…..
Alhamdulillah…..

Mantap Juragan…!

July 23rd, 2008 by agung-adisusanto

Siapa bilang pindah di gedung baru gak bisa over time sampe malam…?
Hueks.. buktinya malam ini?
Dah masuk jam 01.00 masih bisa "nongkrong" di lt. 28 SCB
Dan sepertinya…
Aku…, Mas Wawan … &  Mas Ivan bakalan "puas" sampe pagi….
(untung orang rumah masih mau pengertian…)

Wuualaaah…. Mantap Juragan….!

Doo be doo be doo be doo bae…

July 9th, 2008 by agung-adisusanto

Bagaikan kuncup memulai tuk merekah
Begitu hidup kucoba tuk melangkah
Aku siap melangkah sendiri

Mereka tlah berkata begini dan begitu
Biarlah kujalani dengan caraku
Aku siap melangkah sendiri

Doo be doo be doo be doo bae…
Doo be doo be doo be doo bae…

Menjalani hidupku dari mimpi ke hati
Ikuti saja irama mentari
Buka hatiku pada semua hal yang baru
Dan kutentukan mana yang terbaik
Aku siap melangkah sendiri

Doo be doo be doo be doo bae..
Doo be doo be doo be doo bae…

Dihari nanti harus kumengerti
Dihari nanti harus lebih dari semuanya ini
Maka ku melangkah

Doo be doo be doo be doo bae..
Doo be doo be doo be doo bae…

Gita Gutawa – Doo Be Doo…

She’s all that I need

June 13th, 2008 by agung-adisusanto

Ran - Pandangan Pertama

Lamaku memendam rasa di dada
Mengagumi indahmu wahai jelita
Tak dapat lagi kuucap kata
Bisuku diam terpesona

Dan andai suatu hari kau jadi miliku
Tak akan kulepas dirimu kasih
Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Seiring dengan berjalannya waktu
Akhirnya kita berdua bertemu
oh diriku tersipu malu
melihat sikapmu yang lucu

Dan andai suatu hari kau jadi miliku
Tak akan kulepas dirimu kasih
Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Oh tuhan tolonglah diriku
‘tuk membuatnya menjadi milikku
Sayangku
Kasihku
Oh cintaku
She’s all that I need

Dan bila kita bersama
Kan kujaga dirimu untuk selamanya
Oh terima cintaku
ye ye ye

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Oh tuhan tolonglah diriku
‘tuk membuatnya menjadi milikku
Sayangku
Kasihku
Oh cintaku
She’s all that I need

Alhamdulillah…..

May 8th, 2008 by agung-adisusanto

Maka nikmat Tuhan
kamu yang mana lagikah yang akan kamu dustakan?

Mencari Matahari…

May 6th, 2008 by agung-adisusanto

“Aku tak pernah bisa menemukan ‘Matahari’, walau aku tak
pernah menyerah untuk mencarinya.

Tapi kini, tanpa
aku duga, aku menemukan pasangannya: ‘Rembulan’.
Padanya aku seperti
melihat setitik cahaya yang aku cari.

Apakah rembulan yang aku temukan dapat melepas dahaga yang
selama ini aku tanggung?”

(Mencari Matahari, Gola Gong)

Bubur Panas… (Tekad bukan Nekat) :)

May 1st, 2008 by agung-adisusanto

Tekad, tak sekedar angan-angan. Angan dan
lamunan hanya membuang waktu. Melambung, mengangkasa dan lupa diri, tak mampu
mengubah keadaan.

Tekad, menggerakkan nurani jiwa yang
melahirkan bahasa tubuh. Beringsut dan berangsur untuk melakukan aksi nyata.
Terlihat mantap dan gesit menerobos halang rintang dan menata strategi.

Bila ingin mengawali sesuatu yang besar,
ingin mengentaskan kemelut persoalan, berawallah dari tekad yang kuat.

Namun dalam kenyataan selalu ada banyak
problem dan kendala di depan mata. Karenanya, tekad saja tentu tidak cukup.
Perlu keteraturan langkah dan berkesinambungan. Tekad membaja dengan semangat
juang dan pengorbanan.

Tekad, bukan berarti nekat apalagi
membabi-buta. Ianya harus mengenali siapa dirinya, dan pada siapa ia bergelut,
akan kemana ia melangkah? Tekad yang tanpa perhitungan dapat berakibat
kehancuran, kebinasaan yang justru akan sulit untuk bangkit lagi.

Adakalanya suatu persoalan begitu
kompleks, tak ubahnya menyantap bubur panas. Bila hanya bermodal kenekatan
saja, justru bibir dan lidah akan rusak. Tak boleh langsung disantap, perlu
kesabaran dan langkah yang benar. Bubur tersebut tak bisa disantap sekaligus,
tapi butuh waktu!

Lain halnya, bila tekad matang menjadi
andalan. Untuk menyantap bubur itu, tak perlu tergesa-gesa. Menyantap dengan
hati-hati dari bagian terdekat. Berawal dari bagian yang paling pinggir,
terjangkau dan mengukur sejauh mana kekuatan kita agar tidak kepanasan.
Pastinya, bubur akan terasa lebih nikmat.

Ternyata ilustrasi bubur panas ini
mengandung hikmah pelajaran. Bahwa untuk mengawali sesuatu tak bisa dengan cara
instant. Rasulullah butuh 13 tahun untuk menanamkan akidah. Al-Quran tidak
turun sekaligus.

Selangkah demi selangkah, mengukur
kekuatan. Berawal dari yang terkecil, berawal dari yang bisa kita lakukan,
berawal dari yang terjangkau. Bila tekad dan usaha ini telah berjalan
beriringan, tinggallah bertawakal kepada Allah. Allah akan menghargai setiap
tekad kita, setiap proses yang kita tempuh.

(Tekad tak berarti nekad; SQ,April2008)

Menanti Pemuda Kahfi…

March 13th, 2008 by agung-adisusanto

Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam
gua, lalu mereka berdo’a: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada
kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus
dalam urusan kami (ini)."